Sejuknya Kebun Teh dan Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat

Kalau Anda berkunjung ke Sumatera Barat, sempatkanlah mampir ke salah satu objek wisata alam ini. Danau Diatas dan Dibawah, atau disebut juga sebagai Danau Kembar terletak di Kota Alahan Panjang, Kabupaten Solok, bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan darat dari Kota Padang.

Saya berkunjung ke sana saat mudik lebaran kemarin, tepatnya satu minggu setelah lebaran. Saya berangkatn pukul 07.00 WIB dengan mengendarai motor. Saat itu saya hanya sendiri, teman tidak ada yang biasa, adik kuliah, bahkan pacar juga belum ada. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke TKP.

Perjalanan ke Solok menuju arah timur Kota Padang, melewati Jalan Raya Indarung. Setengah jam perjalanan, saya menikmati pemandangan pabrik semen padang di sebelah kiri jalan, dan lokasi bukit kapur penambangan di sebelah kanan jalan. Setelah melewati lokasi pabrik ini, kita mulai memasuki kawasan pegunungan dengan jalan yang menanjak.

Jalan Raya Indarung ini merupakan jalur utama pengangkutan semen dari pabrik. Selain itu, juga sebagai jalur utama kendaraan dari Sumatera Selatan dan Jakarta (Jawa) masuk ke Kota Padang. Jadi, sepanjang perjalanan banyak ditemukan truk-truk pengangkut semen dan barang dari daerah-daerah tersebut. Padahal jalanannya banyak tanjakan dan turunan yang berlik khas pegunungan. Saya menemui ada beberapa truk yang mogok karena kecapekan di jalan.

Pemandangan di kawasan ini aja sudah sangat menarik. Apalagi nantinya kalau sudah sampai di tujuan. Saya sempat berenti untuk foto-foto air terjun kecil di pinggir jalan dan pemandangan barisan pegunungan dengan latar belakang kota padang jauh di sana.

Satu jam perjalanan saya mulai memasuki Kabupaten Solok. Saya yang pertama kali mengunjungi lokasi mulai memperhatikan setiap petunjuk di pinggir jalan. Akhirnya saya menemukan plang penunjuk arah ke Danau Kembar. Persimpangan arah kanan, kurang lebih 25 km lagi.

Dari persimpangan tersebut ke danau kembar, saya disuguhi pemandangan yang baru kali ini saya temui di Sumatera Barat, yaitu kebun teh. Tidak kalah sama kawasan Puncak dan Lembang di Jawa Barat. Malah menurut saya, di sini lebih baik karena kendaraan masih sepi dan tidak ada macet kayak di Puncak. Sepanjang jalur ini saya memperlambat laju motor sambil menikmati pemandangan. Sesekali turun untuk mengambil gambar. Udara terasa dingin karena sudah berada di daerah pegunungan.

Tidak lama setelah melewati kebun teh, saya disuguhi pemandangan perairan luas di depan mata. Ya, kita sudah sampai di tujuan, Danau Kembar. Hamparan perairan ini diselimuti awan kelabu yang bergerak rendah dan kabut khas pegunungan. Saya langsung menuju kawasan panorama 300 m sebelah kiri, seperti petunjuk arah yang barusan saya baca. Lokasi ini berada di ketinggian di antara kedua danau. Jadi, dari lokasi ini kita bisa melihat ke kedua danau. Arah kiri adalah Danau Dibawah, dan sebelah kanan Danau Diatas. Ya, tanpa basa-basi saya langsung jepret sana jepret sini guna mengabadikan lukisan alam yang sangat indah ini.

Saya berada di lokasi hanya sekitar setangah jam. Saya tidak sempat (atau males) turun ke danau karena pemandangan dari atas saja sudah cukup.

Pemandangan alam Ranah Minang memang luar bisasa. Sayangnya ada beberapa kekurangan yang membuat pengunjung tidak nyaman. Seperti umumnya kawasan wisata lain di Sumatera Barat, kebersihan menjadi kekurangan utama. Lokasi panorama ini sangat kotor. Penjual makanan yang ada disana, dan mungkin juga sebagian besar pengunjung  buang sampah sembarangan. Selain itu juga terjadi berbagai “pemalakan” liar, seperti tarif parkir dan harga-harga yang sangat mahal. Terus modus lain yang saya temui sepanjang lebaran kemarin adalah banyak orang-orang yang meminta sumbangan di jalan dengan dalih buat pembangunan mushola atau masjid. Saya sangat sangsi sumbangan itu diperuntukkan sesuai dalihnya. Contohnya waktu di Danau Kembar, ada yang minta sumbangan buat mushola. Saya tidak percaya begitu saja. Setelah saya cek, ternyata di kawasan itu tidak ada musholla satupun. Untung saya tidak ngasih.

Semoga segala kekurangan diatas bisa menjadi perhatian pihak pemda dan kepolisian sebagai pengamanan sehingga pengunjung merasa nyaman dan kunjungan ke sumatera barat bisa meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s