Bayang Gelap Anak Jalanan

 
Ketika maghrib menjelang. Disana! Di dekat Traffic Light, anak-anak kecil berkeliaran. Dengan tubuh bau, kumal dan dekil berlari dan menaiki bus-bu kota, oplet-oplet mini, memainkan sebuah lagu yang mereka sendiri tidak tahu apa maknanya. Berharap ada orang yang memberinya uang walaupun Cuma Rp. 100,-
Anak-anak jalanan atau anak-anak pinggiran merupakan bayang-bayang gelap yang terus berkelebat menyayat batin. Mereka sering dianggap rumput, lumut bahkan benalu yang menjalar liar di jalan-jalan raya budaya kehidupan kita.
Dalam kenyataan hidup ini cukup kuat direkam dan dilukiskan deformasi jiwa manusia kota. Baik dalam psike individual maupun dalam lembaga-lembaga keluarga, masyarakat, negara yang serba gundah dan terpecah. Anak-anak jalanan itu adalah para terlindas yang melawan deformasi jiwa yang membuat manusia menjadi hewan-hewan brutal yang dilahirkan oleh sistem kebudayaan kota.
Kisah anak pinggiran adalah sebuah cermin retak tentang sebuah paradoks zaman. Disatu pihak ada kesewenang-wenangan yang brutal, kejam dan telanjang tanpa malu. Kisah anak pinggiran adalah kisah kaum kecil. Kaum yang dengan keyakinan tipis menyerukan protes untuk didengarkan oleh kaum dewasa dan berkuasa. Dan karena itu jeritan protesnya bagai hewan terluka, mengaum sampai di ujung kematian. Semangat mereka adalah semangat melawan stigma, nujum dan nasib meskipun ternyata kalah.
Mereka kalah oleh apa yang oleh orang Yunani disebut “DIKE” (Rancangan Takdir). Memang orang kecil adalah orang yang pada akhirnya terlalu sering kalah. Adakah karena adagium hukum alam itu kini tengah berlaku kembali? Sebagaimana pernah dibisikkan oleh “JEAN PAUL SARTRE (1905-1980), eksistensialis Perancis, “When The Rich War, It’s The Poor Who Die” (Apabila yang kaya mengobarkan perang, maka yang bakal mati adalah kaum miskin).
Segalanya telah dihimpun dan dipertaruhkan. Memang mereka kalah, meradang, luka bahkan mati tapi kini mereka tidak lagi membisu. Namun adakah pengalaman anak jalanan itu dapat jadi jarum-jarum kecil penunjuk kemana arah “PEMBANGUNAN” bangsa ini tengah “DIGELANDANG PAKSAKAN” oleh para pemegang tampuk “KEKUASAAN !!!”.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s