TETAP SEHAT SETELAH MENGGUNAKAN PONSEL.

Jaman telah berkembang begitu pesat yang ditandai dengan penggunaan alat celuk alias panggil  yang begitu mudah digunakan siapapun untuk berhubungan dengan lawan bicaranya. Dengan menekan nomor yang dituju, maka yang bersangkutan sudah bisa berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Dalam hal ini, komunikasi lewat suara sudah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena perangkat ini dirancang tanpa menggunakan kabel.

Dialah telepon pintar alias ponsel  yang saat ini setiap orang bisa menggunakan baik di ruang pribadi yang dibatasi sekat tembok pembatas dan hanya dia yang berhak ada di dalamnya ataupun di ruang publik yang hingar bingar oleh ramainya orang beraktivitas. Demikianlah, ponsel sudah dimiliki siapa pun tanpa kecuali,  mulai dari pemulung, bakul jamu, tukang binatu, tukang batu, tukang ojek yang belepotan peluh membasahi badannya hingga pekerja kantoran di gedung bertingkat yang bau tubuhnya wangi karena ruangan kerjanya ber-ac dingin. Pendek kata, ponsel sudah jadi kebutuhan primer manakala dia membutuhkan alat bantu komunikasi untuk nyeluk lawan bicaranya, selain dari pekerja sektor informal di atas juga ada orangtua hingga ke anaknya semua memakai ponsel.

Orang tua pun ada yang membekali putra-putrinya dengan ponsel, mulai dari yang harganya murah hingga yang mahal lengkap dengan segala fitur gadget canggih di dalamnya. Tujuannya, agar orang tua bisa mengontrol keberadaan putra-putrinya saat ada di luar rumah, khususnya saat  dia sedang beraktifitas, apakah sedang ada di jalan, sekolah ataupun di tempat umum, misalnya saat di dalam perjalanan menggunakan alat transportasi publik.

Bahaya kesehatan terutama jika anak belum berusia 12 tahunAnak bukanlah orang dewasa yang bertubuh kecil, jadi seharusnya memang tidak menggunakan handphone sebelum usia 12 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang dan ia lebih sensitif terhadap hal-hal seperti ultraviolet atau radiasi dari telepon genggam.

Bahaya kesehatan terutama jika anak belum berusia 16 tahun saat menggunakan ponsel.
. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang dan ia lebih sensitif terhadap  radiasi dari pancaran gelombang telepon genggam.

Lebih dari itu selain memanjakan anak yang sudah mengerti alat komunikasi canggih di jaman internet ini, orang tua perlu juga dituntut untuk lebih bijaksana dalam mengawasi anaknya menggunakan ponsel. Bukan berarti kebebasan anak dikekang dalam pembatasan jam bicara dengan ponselnya, akan tetapi lebih pada dampak kesehatan anak saat dirinya bersinggungan dengan ponsel yang menempel di kupingnya. Pendek kata,  sebuah studi yang dilakukan di Swedia membuktikan, penggunaan ponsel pada anak di bawah usia 16 tahun, meningkatkan risiko tumbuhnya tumor otak hingga lima kali lipat.

Penelitian itu bukan untuk menakuti setiap orang agar menjauhkan dirinya dari penggunaan ponsel. Akan tetapi lebih ditujukan kepada dampak radiasi dari pancaran gelombang pada perangkat ponsel. Hal itu merujuk pada hasil studi yang dipaparkan di sebuah konferensi internasional tentang kesehatan dan ponsel di London beberapa waktu lalu.

Salah satu kebutuhan anak dalam memenuhi proses perkembangan dan pertumbuhannya adalah bermain dan sosialisasi dengan anak lain. Tapi anak yang sudah kecanduan telepon genggam cenderung lebih senang bermain dengan gadgetnya dibanding dengan anak-anak lain.

Salah satu kebutuhan anak selama proses perkembangan dan pertumbuhannya adalah bermain dan sosialisasi dengan anak lain.  Anak yang sudah kecanduan telepon genggam cenderung lebih senang menyendiri bermain dengan gadgetnya dibanding bermain dengan anak-anak lain seusianya.

Penelitian itu menjelaskan, sebagaimana diulas kilasan konsumen edisi 2009 yang mengatakan, penggunaan ponsel berlebihan itu dikaitkan dengan pertumbuhan otak anak di bawah umur 16 tahun yang masih  berkembang sesuai dengan pertumbuhan fisiknya. Peneliti menyebutkan, orang yang mulai menggunakan ponsel sebelum usia 20 tahun, 5 kali lebih berisiko untuk terkena kanker sel glial yang berhubungan dengan dengan pusat sistem saraf.

Remaja pengguna ponsel aktif juga lima kali lebih mudah terkena acoustic neuroma, yaitu tumor yang menyebabkan gangguan pendengaran. Profesor Lennart Hardel dari University Hospital di Orebo Swedia mengatakan, risiko kanker tersebut akan lebih besar bila yang terpapar radiasi adalah anak-anak balita. Hal ini karena  kepala anak  balita lebih kecil serta tengkorak kepala mereka juga lebih tipis dari orang dewasa, sebagaimana ditulis dalam situs detik com ( 24/9/2008 ).

Anak-anak umumnya belum terlalu mengerti dengan berbagai macam SMS Premium yang muncul di handphone-nya, sehingga tak jarang banyak anak yang terjebak oleh SMS atau telepon premium ini. Untuk itu orangtua memiliki peran yang penting dalam memberitahu anak bagaimana cara menggunakan telepon genggam yang benar.

Anak-anak remaja pada  umumnya sudah mengerti dengan berbagai macam SMS Premium yang muncul di handphone-nya. Agar tidak terjebak oleh SMS atau telepon premium ini, orangtua memiliki peran yang penting dalam memberitahu anak bagaimana cara menggunakan telepon genggam yang benar .

Profesor Lennart Hardel selanjutnya mengimbau agar anak-anak menggunakan handsfree bila ingin berbicara di ponsel untuk mengurangi paparan radiasi pancaran gelombang bersumber dari ponsel tersebut. Memang sudah banyak studi serupa tentang keterkaitan kanker dengan radiasi ponsel.  Namun, sebagian ilmuwan juga masih meragukan hasil studi tersebut.

Pemakaian ponsel dipandang tidak terlalu relevan dengan kanker.  Sampai saat ini belum ada bantahan tentang keterkaitan pemakaian ponsel dan kanker pada balita. Bagaimana pun peranan ponsel sebagai alat komunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan manusia bila dirinya dihadapkan pada pilihan, untuk apa dan kepada siapa pesan hendak disampaikan, apakah penting atau sekedar  say hallo, apa khabarmu hari ini, boleh saya pinjam uangmu, habis gajian saya ganti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s