Mahalkan Dirimu. Jangan Mudah Jatuh Cinta.

Sebuah kalimat sederhana yang sungguh memiliki arti luas “jatuh cinta” nampaknya sudah kehilangan tempat terhadap kesadaran antara dua insan yang terjebak dalam permainan bertemakan cinta. Asyik memang, seakan melahirkan rasa mengisi kekosongan hari, memberi warna baru dalam keseharian. Kadang membuat orang tidak bisa berfikir secara waras ketika dihampirinya. Kita lebih sering mengikuti jiwa dan perasaan dibanding akal yang dikarunia pada kita.

Belajar dan menciptakan pengalaman sendiri akhirnya membentuk satu pemikiran bahkan ternyata banyak dan cukup banyak aktiitas – aktifitas lain nan memiliki fungsi yang sama dengan jatuh cinta tersebut, namun sayang dewasa ini kebanyakan para remaja sungguh mengagung – agungkan jatuh cinta ini.
Hari ini, kemaren dan kemungkinan juga esok para remaja dan pemuda – pemudi terjebak dalam permainan perasaan yang menjadikan diri mereka ketagihan akan perhatian insan dambaan. Kadangkala mereka sibuk dnegan 1001 ciri – ciri atau tanda – tanda apakah dia jodoh kita, apakah kita saling cinta hingga seakan – akan menyangka “wah, jangan – jangan ini merupakan tanda – tanda yang diberikan tuhan untuk kita”.
Hari ini dan mungkin sudah berlangsung sejak tahun 90-an, defenisi cinta secara tidak langsung diambil dari cerita – cerita film, novel, drama, cerpen dan penampilan – penampilan lainnya berunsurkan cinta.

Secara tidak langsung melahirkan mindset bahwa ketika mereka “merasakan jatuh cinta” maka mereka sudah seharus dan sewajarnya berbuat seperti yang dilakukan berdasarkan defenisi cinta yang mereka dapati sebelumnya.
Beberapanya menyangka cara untuk menyampaikan rasa cinta kepada orang yang dicintai mestilah dengan ayat-ayat asmara yang berbunga-bunga, dengan perkataan cinta dan sayang. Cinta mestilah keluar bersama-sama, berdua-duaan, berpegangan tangan, bersentuhan. Bahkan, wujud tafsiran cinta pada hari ini mestilah dibuktikan dengan seks, dan dikatakan itulah puncak dan pembuktian cinta.

Manusia, makluk biasa yang tidak memiliki apapun ketika datang kedunia ini, tidak ada yang patut dan bisa dibanggakan, apalagi setelah berkembang di dunia kita tetap tidak bisa menghasilkan suatu yang berguna dan membuat kita menjadi APA
Maka sepatutnya, pada usia masih muda ini, kita sibukkan diri dengan mencari dan melahirkan “APA” untuk dimasukkan ke dalam diri kita agar kita menjadi berharga. Mahal. Semestinya “APA” itu adalah perkara-perkara yang bermanfaat dan berharga juga. Kalau diisi dengan sampah, maka sampahlah yang kita dapatkan.
Berfikirlah
Anda siapa?
Apa yang anda miliki?
Apa yang bisa diharapkan dari anda?
Apa yang akan anda ciptakan?
Untuk apa anda ada disini?

Banyak dan sungguh banyak yang seharusnya difikirkan tanpa harus terbuai dan terlena dahulu dengan rayuan – rayuan belaka jatuh cinta. Semenjak sekolah menengah sudah mula sibuk dengan cinta. Sibuk dengan frasa bakal imamku, bakal makmumku.
Kala berusia mahasiswa yang sepatutnya kita teguk pengalaman untuk menjadi pemimpin dan membina rumah, mempersiapkan diri untuk menjadi yang bermakna buat masyarakat, kita sibuk dengan asmara dan fantasi rumahtangga. Persediaan entah ke mana.
Kemudian kata hendak berumahtangga, hendak membawa pasangan ke syurga?
Bagaimana hendak ke syurga kalau diri itu tidak punya apa-apa persediaan ke arahnya?

Tenangkanlah jiwa. Bebaskanlah diri dari segala film – film, cepren, drama dan novel-novel cinta yang membuatkan kita sibuk untuk menjadi seperti hal yang demikian. Lihat diri dahulu, dan tanya apa tujuan kita berada di atas muka bumi. Lihat sebentar kepada rumahtangga, dan selami realitinya. Rumah tangga hanya akan menjadi syurga, jika kita bergerak mempersiapkan diri kita. Jika tidak, rumah tangga boleh menjadi neraka buat kita.

Mengapa tergesa-gesa dengan perasaan. Hidupkan tujuan kita. Imbangi perasaan. Bergerak persiapkan diri. Duduklah sebentar, menimba pengalaman dari sekeliling, dari orang-orang yang telah mendahului kita, dari orang-orang yang lebih tua, dan dari Al-qur’an tentunya.

Jadilah manusia yang mempunyai kesadaran. Yang bukan sibuk dengan mainan perasaan. Mahalkanlah dirimu dan jangan mudah jatuh cinta, jodoh adalah makluk terbaik ciptaan Jangan hanya puas menjadi emas campuran. Allah yang diperuntukkan bagi manusia yang baik pula, jadilah manusia yang mahal akan jatuh cinta dan dapatkanlah pasangan yang bernilai sama. Jadilah manusia berharga diri tinggi dalam hal ini khususnya dalam bidang Jatuh Cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s