Tata Cara Shalat Sunnah Idul Fitri dan Shalat Sunnah Idul Adha

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak

Shalat hari raya ada dua, yaitu hari raya Fitrah tanggal 1 Syawal dan hari-hari raya Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Waktu shalat ‘Id dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya. Kedua shalat hari raya tersebut, hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjamaah.

Cara Mengerjakannya

1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.

2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat Id itu.

3. Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :

->Jika shalat ‘Idul Fitri :
“Ushallii sunnatal-li’iidil-fitri rak’ataini lillahi ta’aalaa.
Artinya:
”Aku niat shalat sunah ‘Idul Fitri dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

->Jika shalat ‘Idul Adha :
“Ushallii sunnatal-li’iidil-adhhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa.
Artinya :
”Aku niat shalat sunah ‘Idil Adha dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

4. Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca :
Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.
Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar

Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau surat Al-A’la (Sabbihisma Rabbikal-a’laa).

5. Pada raka’at kedua, sesudah berdiri untuk raka’at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka’at pertama.

Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.

6. Shalat ini dikerjakan dua raka’at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.

7. Khutbah dilakukan sesudah shalat ‘Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.

8. Hendaknya dalam khutbah ‘Idul Fitri berisi penerangan tentang zakat fitrah dan pada hari raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban.

Hal-hal Yang Dilakukan Sebelum Shalat ‘I’d

1. Pada hari raya disunnahkan mandi, dan berhias dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya.

2. Disunahkan makan sebelum pergi shalat pada hari ‘Idul Fitri, tetapi pada hari Haji disunahkan tidak makan kecuali setelah shalat.

3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya dari shalat hendaknya mengambil jalan yang berlainan.

4. Takbiran

Pada hari raya Fitrah dan Haji disunahkan membaca takbir di luar shalat dan waktunya sebagai berikut :

1. Pada hari raya Fitrah takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk mengerjakan shalat hari raya.

2. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan pada tiap-tiap shalat fardhu yang lima waktu pada hari-hari tanggal tersebut.

3. Lafazh Takbiran :

Allaahu akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu (3x). Allaahu Akbar kabiiraw wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lanud-diina wa lau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu shadaqa wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa a’azza jundahu wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu.

Artinya :

”Allahu Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash kami beragama Kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya, dan Dia menolong akan hamba-Nya, dan Dia mengusir musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puji.”

Perlu diketahui bahwa pada hari ‘Idul Fitri dan Adha, anak-anak besar kecil, tua muda supaya meramaikannya, bahkan bagi wanita-wanita yang sedang haid pin dianjurkan keluar lapangan, sekalipun mereka tidak ikut shalat.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
Dari Ummi ‘Athiyah katanya : ”Kami diperintahkan pergi shalat hari raya, bahkan anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga perempuan-perempuan yang sedang haid (datang bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja di belakang orang banyak, dan turut takbir dan berdoa bersama-sama dan mereka mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian hari itu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s